Samsung mengeluarkan pernyataan ini terlebih dulu sebelum mereka mengumumkan panduan penghasilan mereka pekan depan.
Perusahaan pembuat cip mengalami pasokan berlebih akibat berkurangnya penjualan ponsel pintar serta menurunnya investasi dari perusahaan-perusahaan pusat data seperti induk Google, Alphabet dan Amazon yang menyediakan layanan awan Amazon Web Service.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Samsung diprediksi akan mengantongi 7,2 trilliun won (lebih dari Rp900 trilliun) profit selama beroperasi dari bulan Januari hingga Maret. Berdasarkan Refinitiv SmartEstimate, jumlah ini lebih rendah sekitar 50 persen dari tahun lalu, dimana Samsung mendapat keuntungan 15,6 trilliun won (lebih dari Rp190 kuadrilliun). Refinitiv menunjukan bahwa angka penjualan Samsung jatuh dari 60.6 trilliun won, yang dicapat tahun lalu, menjadi 53.7 trilliun won.
"Dengan tujuan mengurangi tingkat persediaan, pemasok DRAM akan melakukan penurunan harga besar-besaran untuk memicu penjualan," tulis DRAMeXchange, situs pelacak harga cip memori, pada Senin lalu.
Ketidak-pastian akan gesekan perdagangan antara Amerika dan China ini berimbas pada rancunya kondisi pasar elektronik global, kata analis.
"Samsung memberikan sinyal kepada investor agar mereka dapat bersiap, dan agar tidak ada kejutan ketika Samsung merilis pendapatan tiga bulan pertamanya minggu depan," kata Park Jung-hoon, manajer pendanaan HDC Asset Management.
"Sahamnya tidak terlalu bereaksi, karena kekhawatiran terkait tiga bulan pertama pendapatan telah disampaikan," lanjutnya. (lea/eks)