Selain ukuran, ciri-ciri fisik gajah kerdil ini antara lain memiliki ukuran telinga lebar dan ekor panjang yang menyentuh tanah. Kendati ukurannya kecil, gajah Borneo sanggup berjalan sejauh tujuh hingga 13 kilometer dalam sehari.
Kendati mengusung nama Borneo (Kalimantan), WWF mencatat populasi gajah Borneo terbesar ada di wilayah Sabah, Malaysia dengan 1.500 hingga 2.000 ekor. Sementara di Indonesia, gajah Borneo hanya ada 30 hingga 80 ekor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gajah betina umumnya hidup berkelompok, sementara gajah jantan hidup menyendiri dan hanya bertemu dengan betina saat musim kawin. Betina hanya melahirkan satu anak dengan periode kehamilan 19 hingga 21 bulan.
Lihat juga:Ilmuwan Coba Bangkitkan Lagi Mamot Purba |
"Ada banyak keuntungan melindungi hutan rimba, akan tetapi kami menemukan bahwa hal tersebut tidak sepenuhnya membantu untuk gajah." kata Luke, dilansir dari Mongabay.
Sejak 2003 hingga 2010, sekitar 16 persen area habitat gajah Borneo beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit. Akibatnya, area pergerakan gajah untuk beraktivitas dan mencari makan semakin terbatas dan membuatnya masuk ke kawasan manusia.
Demi menjaga habitat gajah Borneo, sejumlah inisiatif dilakukan untuk banyak pihak melalui program konservasi sejak 2016 lalu. Agus Suyitno, Human-Elephant Conflict Mitigation Officer dari WWF-Indonesia, menyampaikan bahwa target konservasi gajah, walau pun belum maksimal tapi ditargetkan dapat menyelamatkan populasi dan habitat gajah Borneo di Kalimantan Utara. (lea/evn)