Menurutnya, bidang pertanian sangat luas sehingga startup yang berkecimpung di bidang pertanian tak perlu mengkhawatirkan persaingan keras.
"Enaknya dalam dunia pertanian itu marketnya sangat besar. Sebanyak apapun pemainnya tidak akan saling makan. Akan ketemu titik-titik di mana kita akan saling kolaborasi," kata Andreas dalam acara Thinkubator, di Kota Kasablanka, Jakarta, Kamis (28/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andreas berhadap ada banyak startup di bidang pertanian yang muncul. Pasalnya masih banyak ruang yang bisa digarap oleh startup.
"Bicara masa depan itu banyak hal yang bisa kita eksploitasi. Walaupun dalam perkembangannya mereka dapat edukasi dan ditingkatkan sehingga makin baik kualitas dan standarnya," ucapnya.
Dia menjelaskan Habibi Garden meningkat petani menjadi lebih canggih dengan autonomous irigation dan pemupukan serta memanfaatkan data-dara tumbuhan. Saat ini mereka telah bekerjasama dengan sekitar seribu petani di Sumatera dan Jawa.
"Unicorn-unicorn itu di Indonesia tidak banyak yang agrikultur ya. Sektor agrikultur itu dianggap tidak seseksi transportasi atau e-commerce. Tapi di Indonesia ini banyak sekali ada jutaan petani," tandasnya. (jnp/evn)