Dilansir dari Reuters, hal ini dibutuhkan ketika para media sosial berjuang untuk meredakan kritik. Zuckerberg mengungkapkan hal tersebut di tengah perusahaannya yang sedang di bawah tekanan.
Pasalnya, Facebook dinilai gagal mengawasi konten dan melindungi privasi pengguna di platformnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zuckerberg juga menyerukan undang-undang terbaru yang berfokus pada perlindungan pemilu, termasuk aturan baru yang ditujukan untuk iklan politik online yang mencerminkan realitas ancaman yang dihadapi oleh perusahaan media sosial.
Badan intelijen dan penegak hukum AS mengatakan troll internet Rusia membantu menyebarkan konten yang memecah belah dan disinformasi di Facebook menjelang pemilihan presiden AS 2016. (age)