Alasan motor tidak memerlukan pendingin cairan lantaran motor digunakan untuk jarak dekat dan mesin pasti terpapar udara. Oleh karena itu sejumlah insinyur menilai motor tak butuh radiator.
Harley-Davidson satu dari banyak produsen motor yang tidak membutuhkan radiator pada motor-motor produksinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seiring waktu berjalan konsep menggunakan motor sudah berubah. Tidak jarang dalam keseharian sepeda motor digunakan selama lebih dari dua jam tanpa henti. Belum lagi pengguna motor kerap menemui kemacetan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Kelebihan dan Kekurangan Pelek 'Aftermarket' |
Sesuai namanya, pendingin ini memanfaatkan aliran udara untuk menjaga suhu panas mesin tidak terlampau tinggi. Sistem pendingin seperti ini memanfaatkan desain motor yang terbuka, dengan desain tersebut udara sangat mudah masuk lewat celah fairing atau cover bodi depan kemudian masuk ke dalam celah mesin.
Hal paling mendasar tentang mesin berpendingin udara ini adalah, toleransi mesin terhadap suhu panas bisa dibilang cukup tinggi, sehingga motor dengan sistem pendingin udara bisa digunakan dalam berbagai kondisi cuaca, dari mulai musim dingin, hingga musim panas, tapi tidak cocok digunakan di jalanan macet.
Sistem pendinginan cairan kebanyakan menggunakan radiator coolant mirip dengan sistem pendingin pada mobil, tapi kerjanya yang lebih ringkas. Cara kerjanya, cairan pendingin akan masuk lewat jalur khusus menuju ruang mesin dan menyerap panas di area tersebut.
Setelah itu, cairan akan kembali ke ruang radiator untuk diinginkan kembali, dan mengalir lagi ke ruang mesin untuk menyerap panas di sana. Begitu seterusnya.
Sistem pendingin cairan ini cukup efektif untuk jenis motor yang digunakan untuk keperluan sehari-hari dengan kondisi jalan macet. (ryh/mik)