Dalam situs blog resminya, Twitter memaparkan para pihak terkait memilih sendiri akun yang akan diverifikasi.
"Perlu kami tekankan, bahwa para pihak terkait yang memilih sendiri akun yang akan diverifikasi, kemudian kami akan meninjau akun tersebut untuk memastikan mereka memenuhi standar verifikasi kami," tulis Twitter Indonesia dalam blog resmi, Selasa (2/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Twitter pun menegaskan posisinya dalam keriuhan Pilpres 2019.
Mereka menuliskan percakapan atau asumsi publik seputar kebijakan Twitter serta tindakan terhadap pelanggaran Peraturan Twitter yang mereka lakukan mungkin saja terdistorsi oleh beberapa individu yang memiliki agenda politik.
"Dan hal ini mungkin lebih terlihat selama siklus pemilihan umum di mana retorika politik yang kuat menjadi lebih umum. Kami akan berusaha untuk lebih transparan dalam cara pengembangan dan penegakan kebijakan kami untuk menghilangkan teori konspirasi dan ketidakpercayaan dari publik," ungkapnya. (age)