Model baru sepenuhnya berbeda dari generasi sebelumnya yang meluncur pertama kali pada enam tahun lalu. Beda paling kentara tertera pada eksterior.
Pada eK X sudah diterapkan bahasa desain Mitsubishi untuk bagian wajah yang terlihat seperti huruf 'X'. Mitsubishi belum merilis data dimensi, namun dicermati dari mata sipit, lampu besar di bagian bawah, roof rack, dan floating roof pada eK X membuatnya bisa diibaratkan Xpander namun dalam versi kemasan sachet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mitsubishi eK Wagon. (Foto: Mitsubishi) |
Pada mesin hybrid, selama berakselerasi mobil bakal menggunakan daya listrik yang disimpan dalam baterai guna membantu mendapatkan lebih banyak tenaga selain torsi dari mesin. Saat melambat, sistem akan mengalihkan energi kinetik untuk daya listrik baterai lithium-ion.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Teka-teki SUV Baru Mitsubishi di Indonesia |
Mitsubishi eK Wagon tersedia dalam tipe varian, sedangkan eK X tiga varian. Di Jepang mobil itu dijual mulai 1.296 juta yen atau sekitar Rp164,277 juta hingga 1,765 juta yen atau Rp224,66 juta. Mitsubishi menargetkan mobil-mobil kecil ini setidaknya dapat laku 4.000an unit dalam satu bulan. (ryh/fea)
Mitsubishi eK Wagon. (Foto: Mitsubishi)