"Apa yang paling penting adalah dimensi psikologis. Bila Anda melihat apa yang terjadi pada Boeing lalu Anda bisa membayangkan apa yang terjadi bila sistem seperti itu mengalami insiden," ujar Zetsche yang ditanyai tentang pengembangan mobil otonom, dilansir dari Automotive News Europe, Selasa (2/4).
Boeing kini sedang dalam tekanan, pasalnya produsen pesawat terbang asal Amerika Serikat ini dituntut memperbaiki masalah perangkat lunak pada 737 MAX. Boeing menjelaskan masih butuh waktu buat perbaikan, hal ini bikin masa larangan operasi 737 MAX di berbagai negara kemungkinan diperpanjang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilihan Redaksi |
China, Singapura, dan Indonesia merupakan sebagian negara yang akhirnya melarang terbang Boeing 737 MAX. Penyelidikan terkait pengendalian otonom yang berbasis perangkat lunak sedang diinvestigasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahkan bila mobil otonom itu 10 tahun lebih aman dibanding mobil disopiri manusia, itu cuma perlu satu insiden spektakuler untuk membuatnya sulit memenangkan penerimaan luas," ucap Zetsche. (fea)