Hal ini diakui Sobirin, salah satu pemilik toko buah di pasar Modern Town Market Tangerang Sobirin di pasar itu. Menurutnya, salah satu kendala yang ia alami ketika menggunakan uang fisik adalah penyebaran uang palsu. Dengan menggunakan Gopay, ia tak lagi mendapatkan uang palsu. Ia mengakui sering mendapatkan uang palsu ketika bertransaksi secara konvensional.
"Sebelum pakai Gopay saya sering dapat uang palsu minimal sebulan sekali pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu," tutur Sobirin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gopay meminimalisir korupsi dari karyawan karena karyawan tidak memegang uang. Semua dibayar di dengan Go-Pay dan kita lebih gampang mengatur hari ini dapat berapa, omzet berapa, jadi bisa lebih hati-hati," kata Sobirin.
Ia pun menyebut akan mengalami peningkatan penjualan sejak menggunakan Gopay pada Februari. Sobirin mengatakan kehadiran cashback merupakan daya tarik bagi para pembeli. Selain itu, cashback juga akan merangsang pembeli untuk membeli barang lebih banyak lagi.
Sehari-hari ia mengatakan dalam sehari ia mendapatkan omzet sebesar Rp5juta. Rp1 juta di antaranya sudah terjadi dengan menggunakan ekosistem pembayaran Gopay.
Dalam kesempatan yang sama, penjual ikan teri, Umadani mengatakan dalam sehari ia mendapatkan omzet sebesar Rp2 juta. Rp1,2 juta di antaranya telah terjadi dalam ekosistem Gopay.
Umadani mengatakan Gopay juga memberikan cashback 10 persen ke pedagang. Hal ini cukup membantu untuk membayar sewa toko, hingga untuk membeli pulsa.
Umadani mengakui kehadiran cashback akan meningkatkan daya beli pembeli. Cashback akan mendorong untuk membeli lebih banyak barang.
"Uang elektronik secara tak langsung membuat mereka lebih boros belanja. Kalau mereka pakai uang cash Rp100 ribu dan sudah mau habis mereka akan berhenti. Dengan ada cashback, sekitar Rp35 ribu cashback-nya Rp10 ribu, mereka pasti akan menambah barang lagi," tutur Umadani. (jnp/eks)