Mitsubishi Umumkan Penyakit Baru Outlander dan Delica

ray, CNN Indonesia | Jumat, 05/04/2019 09:35 WIB
Mitsubishi Umumkan Penyakit Baru Outlander dan Delica Ilustrasi. (Foto: REUTERS/Denis Balibouse)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) kembali melakukan recall atau penarikan untuk Outlander Sport dan Delica. Selain jumlah yang bertambah, teridentifikasi ada 'penyakit' baru pada dua model tersebut.

Bulan lalu Mitsubishi menemukan masalah pada komponen internal engine electrical power control relay atau engine electronic control unit (ECU) relay untuk 680 unit Delica 2015-2016 dan 1.650 unit Outlander Sport produksi 2015-2016.

Mitsubishi menemukan masalah pada komponen internal Engine Electrical Power Control Relay atau engine Electronic Control Unit (ECU) RelayMitsubishi menemukan masalah pada komponen internal Engine Electrical Power Control Relay atau engine Electronic Control Unit (ECU) Relay. (Foto: Dok Mitsubishi)
Sementara kini masalah baru pada Delica dan Outlander Sport, yaitu Auto Stop and Go (AS&G) ECU. Sistem itu harus diperbaharui sebab jika tidak, saat AS&G aktif mesin kendaraan otomatis mati setelah berhenti sejenak dan jika kondisi aki dalam tingkat yang rendah, maka mesin berpotensi tidak dapat dinyalakan kembali.


Untuk masalah ini diketahui sebanyak 1.080 unit Delica produksi 2015-206 teridentivikasi mengalami kerusakan pada bagian itu.
Hal ini dijelaskan Mitsubishi dikarenakan sistem AS&G membaca bahwa aki kendaraan sedang dalam kondisi yang tidak baik, sehingga sistem AS&G tidak dapat menghidupkan mesin kembali. Estimasi waktu perbaikan ini sekitar 30 menit.

Masalah selanjutnya potensi karat pada komponen kaliper rem belakang 6.852 unit Outlander Sport produksi 2014-2017.

Kaliper rem yang bermasalah.Kaliper rem yang bermasalah. (Foto: Dok Mitsubishi)
Dalam kondisi terburuk, kendaraan dapat bergerak walaupun kondisi tuas rem parkir diaktifkan. Perbaikan dilakukan dengan penggantian komponen baru. Estimasi perbaikan sekitar satu hingga dua jam.

Masalah lain potensi korosi yang terjadi pada wiper link ball joint (sambungan batang penyapu kaca) yang berakibat ball joint (sambungan) aus sebelum waktunya dan membuat wiper link rod (batang penyambung penyapu kaca) terlepas atau tidak terhubung. Hal ini menyebabkan wiper blade (karet penyapu kaca) tidak dapat bekerja.

Potensi korosi tersebut disebabkan oleh air yang dapat masuk melalui celah pembuangan air pada front deck garnish (antara kap mesin dengan kaca depan). Perbaikan dilakukan dengan penggantian komponen baru yang telah dikembangkan lebih baik. Estimasi waktu perbaikan ini sekitar 1 jam.

Namun untuk masalah pada wiper, Mitsubishi tidak menyebutkan mobil mana yang teridentifikasi dan jumlah unitnya.

Kampanye recall sudah dimulai pada 29 Maret 2019 di seluruh dealer kendaraan penumpang Mitsubishi di Indonesia.

"Kami mengundang konsumen kendaraan Mitsubishi dengan model dan tahun kendaraan yang dimaksud untuk melakukan pemeriksaan di dealer resmi Mitsubishi dengan prosedur mudah serta kompensasi pembaharuan software dan penggantian part terkait tanpa biaya," kata Director of Sales & Marketing Division MMKSI Irwan Kuncoro melalui keterangan resminya yang dikutip Jumat (5/4).

[Gambas:Video CNN] (ryh/mik)