Blue Bird diketahui sedang menyiapkan taksi murni listrik yang diduga atas hasil kerja sama dengan merek China bernama BYD. Penampakan MPV listrik yang diperkirakan BYD e6 berlogo Blue Bird sudah bermunculan di jagat internet.
Executive General Manager TAM Fransiscus Soerjopranoto menyampaikan pihaknya tertarik menjalin kerjasama dengan Blue Bird buat menyuplai kendaraan listrik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Soerjo, panggilan karibnya, teknologi hybrid Toyota telah diakui di berbagai negara melalui penjualan Prius. Bahkan menurut dia, armada taksi di Singapura saat ini sudah menggunakan Prius.
Selain Prius, mobil Toyota yang sudah disematkan teknologi hybrid di antaranya Camry dan Alphard, keduanya sudah dipasarkan di Tanah Air.
"Kami open, kalau Prius memang kami jual sama beberapa model hybrid kami jual," katanya.
Perihal saran hybrid, menurut Soerjo, teknologi yang menggabungkan mesin konvensional dan motor listrik itu cocok buat kondisi Indonesia saat ini yang masih belum bisa menopang sepenuhnya kendaraan murni listrik. Kesiapan infrastruktur, terutama pengisian daya listrik umum yang menjadi perhatian.
Apa yang disampaikan Soerjo senada strategi prinsipal, Toyota Motor Corporation (TMC), yang menginginkan pasar hybrid terbuka lebih luas. TMC diketahui mempersilahkan siapapun, termasuk kompetitor, mengakses teknologi hybrid yang ada pada Prius.
Sebanyak 24 ribu paten pada Prius bisa dipelajari siapa saja tanpa dipungut biaya hingga 2030. Tidak hanya itu, TMC pun siap memberikan konsultasi terkait servis kendaraan hybrid dan menjadi penyuplai komponen motor listrik, power converter, dan baterai buat kompetitor.
Strategi TMC tersebut dipahami upaya membuat pasar global hybrid menjadi lebih gemuk. TMC meyakini hybrid merupakan alternatif sebelum era listrik murni.
Soerjo menambahkan bahwa Toyota masih bimbang terkait kendaraan listrik di Indonesia. Selain infrastruktur, pemerintah Indonesia disebut hingga kini juga belum menelurkan regulasi untuk mendukung mobil listrik.
Pihak Blue Bird enggan merespons banyak seputar rencana bisnis menggunakan taksi listrik. Perusahaan berlogo burung biru ini hanya menjelaskan bahwa taksi listrik mungkin saja direalisasikan demi inovasi bisnis dan penggunaan energi yang lebih efisien.
[Gambas:Video CNN] (ryh/fea)