Sementara 32 startup dianggap telah matang atau dewasa dengan valuasi omzet sekitar 457 persen dari jumlah pendanaan awal yang diberikan oleh program ini. Akumulasi omzet dari 32 startup mencapai Rp61,3 miliar, sementara angka pendanaan awal dari Kemenristekdikti mencapai Rp13,4 miliar.
"Hingga sekarang ada 1.307 startup. Dari 54 ke 207 ke 665, ke 925, dan sekarang 1.307. Dari 1307 dipisahkan ada startup dan calon startup," kata Menristekdikti Mohamad Nasir dalam konferensi pers di kantor Kemenristekdikti, Jakarta, Jumat (5/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Gojek Jadi Decacorn Pertama dari Indonesia |
Retno mengatakan para startup ini tidak hanya terfokus pada sektor teknologi informasi dan komunikasi. Dalam program ini ada delapan sektor startup yakni, TIK, pangan, kesehatan dan obat-obatan, pertahanan keamanan, energi, transportasi, material maju dan bahan baku.
Retno mengatakan para startup yang mengajukan proposal ini sudah harus memiliki produk jadi. Meskipun produk ini belum sempurna, Retno mengatakan produk juga menjadi pertimbangan reviewer dan inkubator.
"Setahun yang daftar ada 800 ribu hingga 1000. Yang datang ke kami itu harus ada prototipe bukan ide saja. Jadi ada produk meskipun belum sesuai standar. Reviewer akan nilai secara substansi terkait prospeknya di industri," ujar Retno di kesempatan yang sama. (jnp/evn)