Salah satu alasan menghadirkan Xpander mesin 1.300 cc mengaca pada penjualan Avanza di Indonesia. Sepanjang tahun lalu 'mobil sejuta umat' Avanza terdistribusi sebanyak 82.167 unit, dan 75-80 persen penjualan Avanza didominasi mesin 1.300 cc atau sekitar 16.000an unit.
Untuk periode sama, Xpander yang hanya memiliki satu varian mesin 1.500cc penjualannya dapat mencapai 75.075 unit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Intinya kami paling unggul di 1.300, jadi kalau ada produk lain yang mau dikembangkan dengan (mesin) 1.300 ya silakan saja," ucapnya.
Di satu sisi, Xpander 1.500 cc berhasil mengalahkan penjualan Avanza 1.500 cc. Menanggapi rendahnya minat masyarakat pada Avanza 1.500 cc, Soerjo menjelaskan konsumen mencari mobil irit konsumsi bahan bakar dan minim biaya perawatan. Hal itu yang menjadi latar belakang konsumen membeli Avanza 1.300 cc.
Wacana menambah varian mesin Xpander sempat terungkap beberapa waktu lalu. Kepala Grup Penjualan dan Pemasaran Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Imam Choeru Cahya memprediksi Xpander bakal menjadi 'raja' low MPV dalam negeri jika ketersediaan banyak varian mesin benar terwujud.
Harapan calon konsumen Avanza 1.300 cc pun berpindah hati ke Xpander. Terkait niat tersebut MMKSI sudah berdiskusi dengan prinsipal Mitsubishi di Jepang.
"Kami sih menginformasikan ke prinsipal mengenai kondisi pasar yang ada. Dan dari MMC (Mitsubishi Motors Corporation) juga sering turun ke bawah untuk mendengar langsung permintaan seperti apa," kata Imam di BSD, Tangerang, Jumat (25/1). (ryh/mik)