Bridgestone Indonesia Belum Serius Main Ban Motor

fea, CNN Indonesia | Selasa, 09/04/2019 19:56 WIB
Bridgestone Indonesia Belum Serius Main Ban Motor Ilustrasi. (Foto: Istockphoto/aon168)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bridgestone Tire Indonesia, produsen yang mengklaim dirinya sendiri sebagai pemimpin pasar Original Equipment Manufacturer (OEM) dan pengganti (replacementban mobil penumpang serta komersial di dalam negeri pada 2018, belum berminat masuk lebih jauh ke pasar sepeda motor.

Presiden Direktur Bridgestone Tire Indonesia Akihito Ishii menjelaskan pihaknya saat ini hanya fokus memenuhi kebutuhan kendaraan roda empat atau lebih.

Dia mengatakan produk ban Bridgestone yang tersedia sekarang hanya dirancang buat motor berkapasitas mesin besar alias 'moge', sedangkan di Indonesia segmen besar merupakan ban buat motor kecil.
"Pasar sepeda motor di sini relatif untuk model kecil dan sangat sengit kompetisinya, jadi kami tidak bisa bertarung dengan Gajah Tunggal," ucap Ishii di Jakarta, Selasa (9/4).

Gajah Tunggal merupakan produsen ban besar di Indonesia yang punya produk IRC dan Zeneos untuk motor. Pada tahun lalu Gajah Tunggal telah mendirikan pabrik khusus buat ban motor.


Salah satu produsen ban premium yang mulai serius bermain di ban motor 'kecil' dalam negeri adalah Michelin setelah membeli 80 persen saham PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) -produsen ban Corsa.

Bila menelusuri portfolio prinsipal Bridgestone, produsen asal Jepang ini sebenarnya punya dua produk ban motor yaitu Battlax dan Battlecruise. Ishii mengungkap pihaknya berperan menjadi penyuplai ban Battlax OEM untuk Harley-Davidson dan BMW Motorrad di Indonesia.
Namun dikatakan bisnis penyuplai ban motor OEM itu sangat kecil buat Bridgestone Tire Indonesia sebab volume penjualan motor kedua merek itu dikatakan tidak banyak. Ishii menolak memberikan data penjualan Battlax sebagai OEM di Indonesia.

Diketahui Bridgestone Tire Indonesia hanya menyuplai Battlax untuk kebutuhan OEM. Peredaran ban Battlax sebagai replacement di pasar Indonesia dipahami dilakukan oleh importir lain.

Terkait peluang bisnis ban motor, Ishii menjelaskan bukan tidak mungkin pihaknya merancang ban untuk motor kecil, namun bila dipandang dari kacamata bisnis hal itu belum memungkinkan.

"Kami bisa membuatnya, tetapi kami tidak bisa menjadikannya kompetitif. Itulah persoalannya," kata Ishii. (fea/mik)


BACA JUGA