AFP menjelaskan, rapat luar biasa itu dilakukan di salah satu hotel di Tokyo. Keputusan menyingkirkan Ghosn menandai akhir hubungan keduanya setelah tokoh otomotif global berusia 65 tahun itu pernah dianggap sebagai penyelamat Nissan.
Rapat juga memutuskan memecat tangan kanan Ghosn, Greg Kelly. Eksekutif asal Amerika Serikat ini juga menghadapi berbagai tuduhan di Jepang atas kasus terkait Ghosn.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hampir semua pemegang 4.200 saham datang ke rapat. Banyak dari mereka mencoba aktif pada sesi tanya-jawab untuk mengincar Ghosn, namun banyak juga yang prihatin pada kenyataan bahwa skandal Ghosn bisa sampai terkuak.
"Pemerintahan Nisan tidak bekerja dengan baik. Saya sangat menyesali itu. Bila tidak ada upaya membangun pemerintahan kembali, tidak akan ada kebangkitan," kata salah satu pemegang saham, Isamu Beppu, sebelum rapat dimulai. (fea)