Diketahui, Gojek dinobatkan menyandang status Decacorn oleh lembaga riset internasional CB Insights dalam riset terbarunya yang berjudul The Global Unicorn Club.
Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita mengatakan perusahaan tersebut memiliki pangsa pasar tertinggi di antara penyedia layanan e-commerce dilihat dari rata-rata pengguna aktif aplikasi per minggu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Gojek Investasi Dua Perusahaan India |
Dia menuturkan kesuksesan layanan platform on-demand Gojek tercermin dari semakin kuatnya minat dan kepercayaan investor terhadap misi, pertumbuhan serta dampak ekonomi dan sosial Gojek.
Terkait dampak ekonomi, riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) menunjukkan rata-rata penghasilan mitra Gojek, khususnya Go-Ride sepanjang 2018 lebih tinggi dari Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).
Wakil Kepala LD FEB UI Paksi C K Walandouw menuturkan rata-rata pendapatan mitra Go-Ride di Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) pada tahun lalu sebesar Rp4,9 juta per bulan, lebih tinggi 25,64 persen dibandingkan dengan UMK yang ditetapkan sebesar Rp3,9 juta per bulan.
Sementara itu, bagi mitra yang berada di luar Jabodetabek memiliki penghasilan rata-rata Rp3,8 juta per bulan. Meski lebih kecil dari mitra di Jabodetabek, tapi tetap jumlahnya lebih besar dari UMK non Jabodetabek yang sebesar Rp2,8 juta per bulan. (asa)