Anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Drajat Wibowo menjelaskan mobil nasional harus murni teknologi Indonesia, tidak seperti Esemka yang disebut hanya mengganti emblem produk asal China, sport utility vehicle (SUV) Foday.
"Ya tidak nempel-nempel, kalau nempel-nempel jadinya Esemka. Kami tidak begitu, tidak mau," kata Drajat kepada CNNIndonesia.com, Kamis (11/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya Esemka itu catatan kegagalan. Keberhasilannya hanya menaikkan pamor Jokowi di tingkat nasional," ungkapnya.
Oleh sebab itu Drajat memastikan hal tersebut yang tidak akan Prabowo lakukan jika memiliki kesempatan mengembangkan mobil nasional setelah terpilih sebagai di kursi presiden.
Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Mukhamad Misbakhun yang dihubungi CNNIndonesia.com memilih diam saat diminta tanggapan soal wacana mobil nasional dari Prabowo.
Sebelumnya Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menyatakan akan membuat ratusan pabrik baru. Tak hanya itu, Prabowo pun menyindir soal rencana produksi mobil buatan Indonesia.
"Kita ingin punya mobil buatan Indonesia yang benar-benar buatan Indonesia, bukan mobil etok-etok (bahasa jawa: pura-pura), motor benar-benar buatan Indonesia," kata Prabowo saat berorasi dalam kampanye terbuka di Stadion Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, Rabu (10/4).
Prabowo mengatakan program andai dirinya dan Sandiaga memenangi Pilpres, maka akan berupaya pembangunan ratusan pabrik baru. Ia pun menjanjikan produk otomotif yang betul-betul merek nasional seperti pesawat yang dimotori PT Dirgantara Indonesia (dulu IPTN).
"Pesawat terbang dulu kita pernah bikin, kita akan bikin pesawat terbang. Kita akan bikin kapal-kapal sendiri, kita akan bantu nelayan-nelayan kita," janji Prabowo.
[Gambas:Video CNN]
(ryh/mik)