Tikus, binatang pengerat lainnya, serangga, dan binatang melata cenderung menyukai ruang gelap, lembab, dan jarang dijamah manusia. Ruang mesin masuk kategori area itu dan posisinya terbilang mudah diakses.
Tikus, yang biasanya jadi tersangka utama, bisa masuk ke ruang mesin lewat ruangan terbuka di kolong mobil setelah memanjat ban.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kabel pastinya, dan hose atau selang yang berbahan plastik atau karet ya," kata Dolf kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (13/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Biar pemilik mobil tidak mau mengalami kerusakan seperti ini, disarankan pintar memilih tempat parkir. Dikatakan lebih baik menghindari wilayah tikus sering ditemukan.
"Saat parkir jika ditinggal lama dan mesin tidak dihidupkan maka jangan parkir dekat dengan lokasi pembuangan sampah, semak-semak, dan saluran air," kata Dolf.
Selain itu, pemilik mobil bisa memasang perangkap khusus tikus lalu meletakkannya di sekitar ban atau area kolong mobil. Perangkap tikus ada banyak macamnya, mulai dari cairan, lem, hingga penjerat.
Dolf juga menjelaskan solusi lain, yaitu memasang penerangan di sekitar ruang mesin.
"Itu bisa menggunakan LED sinar yang dipasangkan saat mesin dimatikan. Tikus biasanya tidak akan memasuki ruang yang terang," ucap dia. (ryh/fea)