Di dalam petisi, Andreas menjelaskan ada tiga keluhan soal PCX lokal, yakni:
1. Gredek di rpm rendah
2. Tarikan gas berat dan kasar di rpm rendah
3. Motor mendadak mati
Andreas juga menuliskan pengalaman pribadinya bermasalah menggunakan PCX.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:AHM Bicara soal Peredam Honda PCX Bengkok |
Motor ini saya gunakan dari rumah untuk membeli nasi padang di dekat perumahan, motor saya matikan dengan cara memutar knop di posisi OFF dan saya tinggal sekitar 5-10 menit sambil menunggu pesanan saya selesai. Pada saat hendak kembali ke rumah saya memutar knop kearah ON namun tidak bisa, letak smart keyy ada di kantong celana saya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum kejadian mogok itu, Andreas mengatakan pada pagi hari telah mengklaim garansi servis di AHASS Simpang Dukuh Surabaya mengenai 'gredek' yang pernah dia keluhkan. Servis itu disebut dilakukan pada 31 Maret 2019.
Setelah servis dikatakan 'gredek' belum muncul, "tetapi tarikan gas terasa lebih berat dari sebelumnya dan suara gas kasar serta konsumsi bahan bakar lebih boros dari sebelumnya".
"Saya ingin pertanggungjawaban, terutama masalah PCX yang tiba tiba mati dari pihak PT Astra Honda Motor karena sangat merugikan saya sebagai konsumen. Serta merugikan banyak konsumen pengguna Honda lainnya yang mengalami hal serupa," tertulis di petisi itu.
Hingga Minggu (14/4) petisi ini sudah didukung 2 ribu orang. Pada Senin pukul 11.00 petisi ini sudah ditandatangani 2.106 orang.
CNNIndonesia.com sudah meminta tanggapan dari Direktur Pemasaran Astra Honda Motor (AHM) Thomas Wijaya terkait petisi ini, namun belum ada respons. Keterangan resmi juga belum bisa didapat dari Deputy Head of Corporate Communication AHM Ahmad Muhibbuddin.
Permintaan recall skutik PCX dari Andreas bukan yang pertama terjadi di Indonesia. Sebelumnya ramai konsumen Honda meminta penggantian komponen suspensi karena dianggap bermasalah, namun AHM pernah menjelaskan suspensi itu tidak bermasalah atau cacat produksi hingga recall tidak dibenarkan.
[Gambas:Video CNN] (ryh/fea)