Hal itu disampaikan oleh Luhut dalam acara Mitra Juara Gojek pada pekan lalu. Dia menuturkan Indonesia memiliki pasar besar untuk industri startup.
"Jadi jangan bilang orang itu uang lari ke luar, tapi sekarang berbondong -bondong masuk ke Indonesia, empat unicorn," kata Luhut dalam acara tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) sebelumnya memaparkan kontribusi Gojek bagi perekonomian nasional sepanjang 2018 menyentuh Rp44,2 triliun.
Wakil Kepala LD FEB UI Paksi C K Walandouw menjelaskan kenaikan sumbangan Gojek tersebut terjadi karena sampel yang digunakan lembaga riset itu berbeda antara tahun lalu dan 2018. Misalnya, pada 2017 yang digunakan untuk riset hanya kepada mitra Go-Ride dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Sementara, tahun lalu sampel mencakup empat indikator, yaitu mitra Go-Ride, Go-Car, mitra UMKM Go-Food, dan Go-Life. Bila dirinci, sumbangan mitra Go-Ride pada 2017 sebesar Rp8,2 triliun dan tahun lalu naik menjadi Rp16,5 triliun. (asa)