Dilansir dari Full Moon Phases, Pink Moon muncul setiap bulan April yang identik dengan musim semi. Dalam budaya lain, bulan purnama ini sering disebut Sprouting Grass Moon, Egg Moon, hingga Fish Moon.
Nama Pink Moon berasal dari salah satu bunga musim semi pertama yakni Wild Ground Phlox yang juga dikenal sebagai Moss Phlox karena sifatnya yang menutupi tanah. Bunga-bunga berwarna cerah ini adalah tanaman asli Amerika Utara, dan mereka bermekaran di sekitar bulan purnama yakni di bulan April.
Lihat juga:Supermoon Terakhir di 2019 Terjadi Malam Ini |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seminggu setelahnya, Bulan bakal berjarak 90 derajat dari Matahari dan manusia yang ada di Bumi diterangi setengah cahaya Matahari yang disebut dengan kuartal pertama karena sekitar seperempat telah mengelilingi Bumi.
Lihat juga:FOTO: Rupa Supermoon Terakhir di 2019 |
Sayangnya, fenomena Pink Moon ini tidak akan bisa dilihat di Indonesia. Fenomena ini hanya terjadi di Amerika Serikat. (din/age)