Adanya pengakuan FCI membuat trah anjing Kintamani bisa bergabung dengan kompetisi internasional dan pertunjukan asing.
Federasi asal Belgia ini mencatat anjing Kintamani sebagai ras yang cerdas, waspada, lemah lembut, loyal, dan mudah dilatih. FCI juga mencatat jika desa Sukawana di kabupaten Kintamani, Bali sebagai tempat asalnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Mengungkap Rahasia di Balik Lubang Hitam |
Foto: Dok. www.fci.be |
Kepala bagian atas nampak lebar dengan dahi dan pipi datar, moncong proporsional dan kuat terhadap ukuran bentuk kepala, rahang kuat dan kompak, memiliki gigi kuat dengan gerakan gigi seperti menggunting, bibir berwarna hitam atau cokelat tua.
Telinganya tebal, kuat, berdiri berbentuk V terbalik dengan ujung agak membulat. Jarak antara kedua telinga cukup lebar, panjang telinga kurang lebih sama bila dibandingkan dengan jarak antara dasar dua telinga bagian dalam dengan sudut mata luar.
Sifatnya yang tangkas dan pemberani menjadikan anjing Kintamani diandalkan sebagai anjing penjaga yang andal. (evn)
Foto: Dok. www.fci.be