Direktur Pemasaran TAM Anton Jimmi Suwandy menjelaskan sistem hybrid pada C-HR sama dengan model hybrid Toyota lainnya, seperti Camry dan Alphard. Kemampuan hybrid dikatakan bakal otomatis aktif tanpa harus memencet tombol. Motor listriknya dijelaskan bekerja menggantikan kerja mesin bensin saat digunakan pada kecepatan 0-40 km per jam.
Sama seperti Camry dan Alphard, motor listrik akan berfungsi mengisi baterai saat kecepatan melebihi itu atau ketika mobil sedang berada di kemacetan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Toyota C-HR Hybrid. (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP) |
"Motor listrik pada C-HR bedanya itu dia lebih kecil karena menyesuaikan dengan kubikasi mesin," kata Anton di peluncuran C-HR Hybrid di Senayan, Jakarta Selatan, Senin (22/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari hal tenaga, mesin C-HR Hybrid punya output lebih kecil, yakni 98,6 tenaga kuda pada 6.400 rpm dan torsi maksimal 141,2 nm pada 4.000 rpm. Namun C-HR Hybrid menerima suplai tenaga tambahan dari motor listrik sebesar 35,5 tenaga kuda.
Lihat juga:Toyota Siapkan C-HR 'Hybrid' untuk Indonesia |
Toyota C-HR Hybrid. (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP) |
"Selain melakukan sejumlah improvement agar C-HR tampil lebih stylish, kami juga memperkenalkan warna baru yaitu Radiant Green," kata Anton.
C-HR menggunakan headunit layar sentuh tujuh inci yang terintegrasi dengan telepon pintar melalui konektivitas Bluetooth, USB atau AUX-in. Layar sentuh itu juga mampu memutar CD dan DVD.
Selain sistem hiburan, C-HR Hybrid turut dilengkapi fitur keselamatan, di antaranya Impact Absorbing Structure, 7 SRS Airbags, Vehicle Stability Vehicle (VSC), Hill-Start Assist (HSA), Traction Control, dan ABS + EBD + BA. (ryh/fea)

