Saat ini Blue Bird memulai dengan 30 unit, terdiri dari 25 unit MPV BYD e6 sebagai Bluebird dan lima unit SUV Tesla Model X untuk Silverbird. Semua mobil listrik impor itu akan mulai melayani masyarakat pada 1 Mei 2019.
"Dengan jumlah kendaraan taksi terbesar di Indonesia, dengan total kendaraan sekitar 36 ribu, sehingga kami mempunyai tanggung jawab menjadi katalis dan membuat kendaraan listrik ini dalam skala yang ekonomis sehingga dapat membuat dampak dalam industri kita," kata Direktur Blue Bird Tbk Adrianto Djokosoetono saat peluncuran taksi listrik di Jakarta, Senin (22/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga menyebut upaya ini sejalan dengan rencana pemerintah yang ingin pada 2025 sekitar 20 persen kendaraan produksi dalam negeri berteknologi listrik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dukungan Pemerintah
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan yang hadir dalam acara peluncuran mengapresiasi upaya elektrifikasi Blue Bird. Menurut Jonan, pihaknya akan membantu mengembangkan sarana transportasi berbasis listrik.
"Sebenarnya ini pemerintah agak malu karena kita bikin Perpres [Peraturan Presiden terkait kendaraan listrik] itu setahun ya pak [menoleh ke Menteri Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan], setahun lebih, jadi bapak [menoleh ke Adrianto] langsung beli mobilnya," kata Jonan.
Usaha Blue Bird meluncurkan taksi listrik diketahui lebih dulu ketimbang Perpres yang sudah dikoordinasikan dengan berbagai kementerian sejak tahun lalu. Hingga Pemilihan Presiden yang dilakukan pada 17 April, Perpres yang dimaksud belum juga terbit.
"Saya sangat menyarankan, karena ini baru, jadi sebaiknya pengadaan mobil listriknya itu yang kualitasnya kelas satu karena kalau misalnya kita mencoba spek down [menurunkan spesifikasi] awal-awal begini nanti kalau ada gangguan malah pelanggannya kurang," ucap Jonan.
Luhut mengatakan peluncuran taksi listrik merupakan momen penting yang menandai keberanian anak bangsa. Dia mengakui pemerintah ketinggalan karena Perpres terkait kendaraan listrik belum juga rampung.
"Kalau Anda tadi bilang 2.000 mobil, kalau bisa ditambah lagi. Tapi saya mau bertahap, bertingkat, berlanjut, dan kalau bisa kita bisa gunakan lokal konten," kata Luhut. (fea)