Riset itu disampaikan oleh Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia beberapa waktu lalu. Wakil Kepala LD FEB UI Paksi Walandouw menuturkan aspek teknologi Go-food dinilai lebih superior sehingga menambah keyakinan dan kepercayaan UMKM terhadap layanan tersebut.
"Peningkatan klasifikasi omzet usaha menunjukkan UMKM yang bergabung dengan Gofood mengalami perluasan pasar dan naik kelas, seperti dari mikro ke kecil dari kecil ke menengah," kata Paksi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Nadiem Makarim, Global CEO Gojek mengatakan menuturkan teknologi Gojek memberikan akses langsung terhadap pasar yang lebih luas. "Teknologi menciptakan lapangan kerja di Indonesia," katanya.
Riset UI itu juga menunjukkan 55 persen responden UMKM mengalami kenaikan klasifikasi omzet dari sejak mereka gabung Go-food. Sementara itu, 72 persen responden UMKM mengalami kenaikan klasifikasi omzet setelah mereka menggunakan aplikasi khusus manajemen merchant Go-food.
Manfaat Mitra
Kevin Wen, pemilik Piacevole Coffee di Medan, juga merasakan manfaat dari keberadaan Go-Food.
Saat ditemui di acara Mitra Juara Gojek, Kevin menyatakan ia sangat senang karena Gojek membantu banyak orang yang mungkin selama ini memiliki keterbatasan ekonomi.
"Pastinya semua jadi lebih berani untuk memulai usaha semenjak adanya Gojek," katanya. (asa)