Basis pengguna global media sosial ini menunjukkan pertumbuhan yang moderat. Perusahaan baru-baru ini melakukan perubahan perhitungan basis penggunanya.
Metode perhitungan lama lama menunjukkan jumlah pengguna aktif bulanan mencapai 330 juta pada Januari-Maret 2018, naik 9 juta dibanding kuartal terakhir. Namun, turun sedikit dari tahun lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CEO Twitter Jack Dorsey menyebut Twitter telah mendapat manfaat dari gerakan menutup kontenk kasar dan tidak otentik yang telah merusak reputasi mereka selama ini.
[Gambas:Video CNN]
Seperti halnya Facebook, Twitter telah berada di bawah tekanan terkait masalah privasi dan pengaruh aktivitas politik pada layanannya. Twitter telah bekerja sama menghapus ribuan akun spam dan mencurigakan yang disebut membuat jumlah pengguna bulanannya menurun pada kuartal terakhir.
Pada pengiklan yang menjadi sumber pemasukan utama Twitter menyambut baik langkat tersebut. Namun, perusahaan hingga kini masih bergulat pada prospek regulasi di AS dan luar negeri, serta dugaan bahwa pembersihan yang dilakukan oleh Twitter merupakan upaya sensor.
Lihat juga:Kriteria Akun Bot Versi Twitter |
Dikutip dari Reuters, Twitter juga beberapa kali mendapat kritik dari Presiden AS Donald Trump. Kendati demikian, Trump tercatat sebagai pengguna aktif media sosial tersebut dengan pengikut mencapai hampir 60 juta.
"Hal terbaik yang pernah terjadi pada Twitter adalah Donald Trump," tulis Trump pada akun Twitternya.
Trump mengkritik Twitter tidak memperlakukannya dengan baik sebagai seorang Republikan. Ia juga menyebut Twitter diskirimatif dan menghalangi banyak orang untuk mendaftar. (agi)