Badan Luar Angkasa Prancis (CNES) sebagai pihak yang mengoperasikan SEIS mengatakan pihaknya mendeteksi sinyal lemah aktivitas seismik.
Secara teknis SEIS memang dirancang untuk bisa mendeteksi getaran-getaran yang menyebabkan perubahan cuaca atau getaran dari dalam tanah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Cara Pakai Stiker Kuis Baru di Instagram |
Sebelumnya, SEIS juga mencatat adanya tiga sinyal seismik lemah pada 14 Maret, 10 April dan 11 April 2019. Namun, kecilnya sinyal yang terdeteksi dan tidak diketahui asal gelombang, tim peneliti harus melakukan penelitian lebih lanjut.
Aktivitas seismik yang kali ini terdeteksi disebut serupa dengan aktivitas serupa yang pernah terjadi di Bulan.
Berbeda dengan gempa yang terjadi di Bumi karena adanya pergeseran lempeng tektonik, kondisi di Bulan dan Mars tidak memiliki lempeng tektonik. Namun adanya getaran gempa kemungkinan terjadi karena proses penyusutan dan pendinginan bebatuan akibat adanya tekanan sehingga keluar dalam bentuk getaran di permukaan Planet Merah.
Temuan ini melampaui ekspektasi tim peneliti dalam mendeteksi aktivitas seismik. Tim memastikan akan melanjutkan paya penelitian aktivitas seismik tersebut menggunakan instrumen SEIS di Mars.
[Gambas:Video CNN] (lea/evn)