"Ya kami pikirkan, memang salah satu potensial target pasar kami ya ojol," ucap CEO GTI Harun Sjech di Jakarta, Selasa (23/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada akhir tahun lalu diketahui Yamaha Motor Co., Ltd sudah menyuntikkan dana US$150 juta kepada Grab untuk membentuk kerja sama strategis terkait ojol di Asia Tenggara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total investasi Astra International buat Gojek hingga saat ini sebesar US$250 juta.
"Ya sudah, kami bikin yang baru saja," ucap Harun.
"Penggunaan motor listrik itu kan lebih efisien jadi sebenarnya untuk pengemudi ojek, karena cost dia lebih kecil dibanding motor biasa, jadi dapat margin-nya akan lebih," jelas Harun.
"Katakanlah sehari butuh satu liter BBM, berarti setahun kira-kira 300 liter yang 65 harinya libur. Dikali Rp7 ribu (asumsi harga BBM), itu berarti Rp2,1 juta per tahun. Motor listrik butuh 1,2 kW dikali tarif PLN sekarang Rp1.400 dikali 300 hari itu sekitar Rp500 ribu. Itu perbandingannya," ucap Harun.
Dia juga menyebut para ojol tidak terbebani biaya perawatan berkala seperti motor konvensional pada motor listrik. Komponen paling mahal pada motor listrik hanya baterai yang dia katakan wajib diganti bila kemampuannya sudah berkurang menjadi 70 persen dalam tiga tahun.
GTI sudah menjanjikan bakal memperkenalkan desain final versi produksi Gesits di Indonesia International Motor Show (IIMS) yang akan dibuka pada 25 April 2019. Di IIMS 2019, GTI akan mengumumkan harga ritel, hal ini menandakan Gesits sudah bisa dipesan konsumen. (fea)