IIMS 2019

Airlangga Minta Industri Otomotif Tancap Gas Usai Pilpres

Febri Ardani, CNN Indonesia | Kamis, 25/04/2019 11:32 WIB
Airlangga Minta Industri Otomotif Tancap Gas Usai Pilpres Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memberikan pidatonya di pembukaan Indonesia International Motor Show (IIMS), Kamis (25/4). (Foto: Dok. Andreas)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berharap usai Pemilihan Presiden (Pilpres) yang berlangsung pada pekan lalu, pelaku industri yang masih gamang berinvestasi di Indonesia bisa mulai menyalakan lampu hijau.

"Tentunya dengan keberlanjutan ini saya sangat berharap agar pelaku industri yang masih wait and see untuk investasi, saya tegaskan untuk tancap gas untuk berinvestasi di Indonesia," ujar Airlangga dalam teks pidatonya di pembukaan Indonesia International Motor Show (IIMS) di Jakarta, Kamis (25/4).

Pada 2018, Indonesia memproduksi 1,34 juta unit kendaraan roda empat atau lebih yang nilainya setara US$13,76 miliar. Catatan ekspor dari hasil produksi itu sebesar 346 ribu unit atau setara US$4,78 miliar.


Dalam peta jalan pengembangan otomotif yang dibuat Kementerian Perindustrian, pada 2025 Indonesia ditargetkan sudah bisa menghasilkan kendaraan berteknologi listrik sebesar 20 persen dari total produksi nasional.

Selain itu, industri otomotif yang juga salah satu sektor andalan dalam peta jalan Making Indonesia 4.0 ditargetkan pada 2030 menjadi basis produksi kendaraan bermesin pembakaran dalam dan kendaraan listrik.

Salah satu pendukung target-target itu adalah program Low Carbon Emission Vehicle, yang menaungi pengembangan Kendaraan Hemat Energi Harga Terjangkau (LCGC) fase dua, kendaraan listrik, dan flexy engine.

Program baru ini diharapkan bisa menarik investasi otomotif baru buat mengembangkan industri. Meski begitu diketahui, hingga sepekan setelah Pilpres, regulasi tentang itu belum juga terbit.

Salah satu investor yang sudah menyatakan ketertarikan atas upaya elektrifikasi otomotif Indonesia adalah Hyundai Motor Company pada awal tahun ini. Merek terbesar di Korea Selatan itu sempat dikabarkan mau mengucurkan investasi sebesar Rp14 triliun, namun kabar terbarunya pudar jelang Pilpres 2019.

Sejak awal tahun hingga Pilpres, otomotif Indonesia terasa mengendur dipantau dari hasil penjualan kendaraan empat. Pada periode Januari - Maret 2019 penjualan mencapai 253.863 unit berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo), angka itu turun dari hasil periode sama 2018 sebanyak 292.031 unit. (fea)