"Karena kecepatan, highway bukan hanya jalan, tapi juga network atau jaringan," kata Menperin Airlangga dalam kata sambutan pembukaan IIMS 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (25/4).
Menurut Airlangga, pergerakan mobil otonom atau bergerak sendiri tergantung dengan kecepatan internet. Fasilitas internet yang memadai akan memudahkan kendaraan otonom bergerak dan dapat 'berkomunikasi' satu sama lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Suzuki Carry Baru Pakai Mesin Ertiga |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk saat ini para ahli percaya kendaraan otonom memerlukan jaringan internet setara 5G. Jaringan tersebut dianggap punya pengaruh besar terhadap pengembangan mobil otonom sehingga lebih cepat, cerdas, dan aman.
Airlangga menambahkan highway digital juga berlaku untuk kendaraan semi otonom, sebelum masuk kepada mobil yang full otonom.
Kendaraan semi otonom, dijelaskan Airlangga juga memerlukan kecepatan jaringan internet sebagai basis informasi terutama untuk memantau arus lalu lintas dan sebagainya.
"Jadi informasi akan butuh masuk cepat. Tapi kalau highway telekomunikasi lemot ya sudah. Jadi memang teknologi berubah, dan kita harus siap mengantisipasi perubahan teknologi," tutup Airlangga. (ryh/mik)