"Jadi kalau dirata-rata dengan penduduk Indonesia 250 juta, setidaknya seorang penduduk Indonesia pernah mengalami serangan siber sekali dalam setahun," jelas Anton Setiawan, Direktorat Proteksi Ekonomi Digital BSSN dalam konferensi pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (26/4).
Dari 232,45 juta serangan ini, nyaris setengahnya atau sekitar 122.435.215 merupakan serangan malware. Anton mengatakan angka tersebut meningkat dari tahun sebelumnya sebanyak 200 juta serangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Siber kriminal banyak mengembangkan teknik baru sehingga mereka punya kemampuan kaya state actor (siberkriminal yg didukung negara). Mereka mengembangkan tool sangat hebat sehingga kita jadi ngga jelas mana yang (peretas) profesional dan state actor," tambahnya.
Anton mengatakan jika Indonesia merupakan salah satu negara target srangan siber terbanyak di dunia sekaligus sebagai sumber serangan terbanyak.
Disamping itu, BSSN juga mencatat ada 16.939 insiden situs. Sedangkan sisanya merupakan angka serangan lain yang tidak dijelaskan lebih rinci oleh BSSN.
"Dan ini (jumlah serangan siber) akan terus berkelanjutan dan makin parah," tandasnya. (eks/evn)