IIMS 2019

Pesan di IIMS 2019, Gesits Paling Cepat Dikirim Juli

ryh, CNN Indonesia | Selasa, 30/04/2019 05:50 WIB
Pesan di IIMS 2019, Gesits Paling Cepat Dikirim Juli Motor Listrik Gesits. (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gesits Technologies Indo (GTI) yang resmi membuka pemesanan skuter listrik Gesits di Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 mengatakan bakal mulai dapat mengirim unit ke tangan konsumen paling cepat pada Juli atau tiga bulan dari sekarang.

"Jadi (konsumen) dapatnya Itu Juli-Agustus. Kami baru mulai distribusi," kata CEO GTI Harun Sjech ditemui di Kemayoran, Jakarta Pusat.

Harun mengatakan produksi pabrik Gesits yang berlokasi di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat akan menyesuaikan pemesanan. Pada tahap awal dikatakan produksinya 2 ribu unit per, lalu bisa ditingkatkan menjadi 3 ribu unit atau 4 ribu unit.


Kapasitas maksimal pabrik disebut 50 ribu unit per tahun atau sekitar 4.100 unit per bulan. Kapasitas ini berlaku untuk satu shift masa kerja karyawan.

"Kami tidak bisa langsung, pabrik harus penyesuaian juga," kata dia.

Harun menjelaskan saat ini telah ada 30 ribu unit pemesanan Gesits dari berbagai kalangan, namun mayoritas atau sebanyak 25 ribu unit berasal dari permintaan fleet perusahaan. Telkom dan Pemerintah Provinsi Bali diketahui menjadi pemesan motor tersebut.

Meski pemesan fleet atau borongan lebih banyak, Harun bilang pemesan dari kalangan perorangan juga tetap diprioritaskan.

Ia menjabarkan pemenuhan fleet kemungkinan hanya akan mendapat jatah 100 unit dalam sebulan. Menurut Harun pihaknya akan melunasi pesanan inden secara bertahap.

"Seperti Telkom, misalnya pesan 5.000 unit. Itu tidak mungkin saya kasih langsung ke mereka 5.000 semua," kata Harun.

Gesits diketahui sudah diluncurkan pada 25 April 2019 dengan bandrol Rp24,9 juta off the road.

Skutik listrik lokal ini merupakan produk kolaborasi antara anak bangsa dan sejumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meliputi Wijaya Karya Industri dan Konstruksi, Pindad, Len, Wika Industri Energi, Pertamina, dan PLN. (ryh/fea)