Dilansir dari Digital Trends, Cole dan tim mempelajari perubahan musim di Pluto menggunakan teknik okultasi bintang. Okultasi terjadi ketika benda seperti Bulan atau planet menghalangi cahaya yang datang ke Bumi dari benda yang lebih jauh seperti Bintang.
Dengan mengamati bagaimana Pluto menghalangi cahaya dari Bintang yang jaraknya jauh, temuan terkait kerapatan, tekanan dan suhu di atmosfer Pluto dapat diukur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pluto sendiri merupakan planet terkecil, terdingin, dan paling jauh dengan atmoser yang ada di Tata Surya. Ia mengorbit Matahari setiap 248 tahun dan suhu di permukaannya antara minus 228 hingga 238 derajat celcius.
Sejumlah planet kecil di Tata Surya memang menunjukkan bahwa sebagian besar atmosfernya akan mengembun ke luar sampai tidak ada yang tersisa.
Lihat juga:Peneliti Rekam Gempa Pertama di Mars |
Hasil penelitian ini juga akan digunakan untuk menjadi pembanding dengan misi New Horizons NASA yang telah mengumpulkan data selama penerbangannya di Pluto sejak 2015 silam. (din/age)