Namun, Samsung sendiri menolak untuk mengakui kalau peristiwa ini adalah akiibat kerusakan dari ponsel 5G pertama di dunia itu. Kepada AFP, Samsung menyebut terbakarmnya perangkat tersebut diakibatkan oleh faktor eksternal dan bukan karena adanya kerusakan internal.
Namun, pria yang ingin menggunakan nama belakang Lee itu menyebut ponselnya terbakar tanpa sebab.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya ia tak melakukan apapun pada ponsel tersebut. Ia pun menambahkan bahwa bagian dalam ponsel terbakar seluruhnya. Ia pun mengungkap kalau Samsung enggan memberi ganti rugi US$1.200 (sekitar Rp167 juta; kurs 1US$=14.204)atas ponselnya.
Samsung juga membatalkan peluncuran ponsel lipat Galaxy Fold seharga US$2,000 (Rp28,4 juta). Penundaan ini akibat adanya masalah pada layarnya. Pada 2016, Samsung kehilangan miliaran dolar dan mencoreng reputasi pembuat ponsel ini akibat kasus meledaknya Note 7 dan ponsel itu ditarik dari berbagai pasar di seluruh dunia. (afp/eks)