Menyikapi kondisi tersebut, anak perusahaan Lippo Grup ini memperkenalkan fitur pinjaman Ovo PayLater. Nantinya Ovo akan menalangi pengguna saat berbelanja di e-commerce, supermarket, hingga saat membeli makanan.
Head of Strategy and Innovation Lab Ovo Abraham Viktor mengatakan kemunculan fitur ini merupakan misi perusahaan untuk mendorong inklusi keuangan di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini ada 200 ribu merchant ritel modern yang menerima pembayaran Ovo PayLater. Abraham negatakan fitur ini bisa membantu orang-orang untuk membeli sesuatu yang dibutuhkan saat kondisi keuangan sedang tidak memadai.
"Kadang-kadang kebutuhan tidak bisa diprediksi. Ovo PayLater adalah produk yang buat masyarakat penuhi kebutuhan baik belanja di e-commerce, retail, makanan dan kemudian bayarnya nanti setelah gajian," imbuhnya.
Fitur ini akan digulirkan secara bertahap untuk pengguna Ovo. Ia menerapkan pemilik akun premier di kuarta ketiga 2019 mulai bisa menikkmati fitur PayLater.
"Secara bertahap akan diluncurkan, akan dimulai dari beberapa ratus ribu orang minggu ini. Bertahap tambah ke beberapa ratus ribu orang untuk mendapat feedback demi meningkatkan layanan," tandasnya.