Vice president of mission assurance SpaceX, Hans Koenigsmann dalam sebuah konferensi media mengungkapkan jika roket Crew Dragon telah hancur.
Ia menjelaskan peristiwa nahas tersebut terjadi lantaran ada kegagalan pada SuperDraco yang merupakan mesin pendorong roket Crew Dragon. Jika ada masalah saat peluncuran misalnya, mesin SuperDraco akan mendorong dan terlepas dari roket yang bermasalah untuk memastikan kru di dalamnya tetap selamat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, ia memastikan jika SpaceX tidak akan menunda peluncuran misi berawak Crew Dragon tahun ini. Namun, ia tak menampik jika kecelakaan tersebut sebagai kabar buruk untuk jadwal peluncuran secara keseluruhan.
Roket Crew Dragon merupakan salah satu 'tumpangan' yang digunakan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) untuk mengangkut astronaut ke ruang angkasa. Selain SpaceX, NASA juga menunjuk Boeing sebagai mitranya untuk mengembangkan kendaraan antariksa.
Di sisi lain, Boeing berencana meluncurkan roket Starline tanpa awak pada Agustus nanti. Besar kemungkinan uji coba tersebut dilakukan untuk membawa astronaut ke antariksa di akhir 2019.
[Gambas:Video CNN] (cnn/evn)