Sama halnya dengan ojek dan taksi, angkot daring juga membuat penumpang tak perlu lagi berjalan kaki jauh ke halte atau tempat pemberhentian angkot di pinggir jalan.
CEO Tron David Santoso mengatakan aplikasi Tron telah dirancang untuk menyedakan skema agar sopir angkot bisa mengubah rute agar bisa mendekati penumpang yang sesuai dengan trayek angkot tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penumpang hanya perlu memasukkan tujuan dan akan diarahkan ke halte virtual terdekat untuk menunggu angkot. David mengatakan saat ini pihaknya sudah menyiapkan 40 halte virtual atau titik penjemputan di Bekasi.
"Setelah kami analisis di Bekasi itu butuh 400 halte virtual. Lokasinya tidak akan jauh dari permukiman warga dengan jarak minimum 300 meter," pungkasnya.
Menyoal sistem bagi hasil dengan pengemudi dan pengelola angkot, David mengatakan pihaknya masih memberlakukan subsidi dan belum mengambil potongan dari pendapatan angkot.
"Kami masih memberlakukan subsidi untuk periode tertentu sehingga belum ada sistem bagi hasil. Tapi nanti kita berjalan dan akan menerapkan mungkin sekitar 10 persen dari tarif," ucapnya. (jnp/evn)