Prediksi ini berdasarkan pada garis tanggal yang dibuat dengan aplikasi Accurate Hijri Calendar (AHC) untuk menentukan hisab (perhitungan) awal Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah 1440 H.
Kepala LAPAN sekaligus anggota tim hisab rukyat Kementerian Agama, Thomas Djamaluddin mengatakan saat ini para ahli hisab sudah memanfaatkan program atau aplikasi astronomi untuk memprediksi awal Ramadan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Kiat Berpuasa bagi Ibu Hamil |
[Gambas:Instagram]
LAPAN menggunakan metode yang menggabungkan hisab, rukyat, dan isbat dalam untuk menentukan awal Ramadan. Hisab merupakan perhitungan matematis dan astronomis posisi bulan sebagai penentu awal bulan pada kalender Hijriyah.
Rukyat dilakukan setelah terbenam matahari saat bulan di ketinggian 2 derajat, jarak sudut matahari-bulan 3 derajat atau umur bulan 8 jam menggunakan teleskop atau dengan mata telanjang.
LAPAN bersama Kementerian Agama, Jakarta Islamic Center, Ormas, dan komunitas astronomi akan melakukan rukyat (pengamatan) hilal hari ini pukul 16.00 WIB di empat lokasi yakni shelter Nurul Haq Jondul IV, Padang, Pulau Karya, Kepulauan Seribu, kota Garut, dan Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer LAPAN di Pasuruan. (evn)