Tips Otomotif

Berkendara Nyaman Saat Puasa

ray, CNN Indonesia | Minggu, 05/05/2019 15:56 WIB
Berkendara Nyaman Saat Puasa Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mengendarai mobil dan motor di bulan Ramadan sedikit berbeda jika dibandingkan dengan bulan biasa. Sebab fisik lebih cepat lelah karena asupan makan dan minum berkurang.

Kendati demikian orang yang berpuasa harus bisa mempersiapkan diri agar ibadahnya tidak terganggu oleh aktivitas mengemudi, terutama saat menghadapi kemacetan. Selain menjaga emosi yang bisa 'merusak' ibadah puasa, pengendara harus bisa mengatur beberapa hal lain. Berikut tips pengemudi saat sedang berpuasa.

1. Kendalikan emosi


Kemacetan biasa terjadi di waktu menjelang berbuka puasa. Kondisi itu cukup mengganggu di mana setiap pengendara buru-buru sampai di rumah dan berbuka bersama keluarga. Karena ingin sampai di rumah, namun hasilnya pengendara tidak memedulikan orang lain.

Dalam kondisi itu banyak kecelakaan terjadi karena ulah pengendara yang kurang sabar.

2. Tidak ngebut

Jaga kecepatan kendaraan yang berpotensi mengakibatkan kecelakaan. Sebab fisik orang yang menjalani puasa tidak sebugar orang yang tidak berpuasa. Rasa kantuk bisa muncul ketika badan terasa tidak bugar. Karena itu berkendaralah dengan kecepatan wajar, karena pengemudi ketika puasa kemampuan spasial (melihat jarak, membaca kecepatan) biasanya tidak maksimal, dan ini menimbulkan reaksi menjadi lebih lambat.

3. Tidur cukup

Di bulan puasa, jam tidur akan terpotong waktu sahur. Ini membuat pengendara lebih cepat lelah dan kurang berkonsentrasi. Karena itu maksimalkan waktu jam tidur dan kurang aktivitas tidak bermanfaat yang bisa mengurangi waktu istirahat, seperti begadang.

Tidur yang cukup juga bisa menjadi solusi untuk menghindari rasa kantuk saat mengemudi.

4. Santun berkendara

Selain menjaga emosi, cara lain adalah mengatur gaya mengemudi atau berkendara. Sebaiknya santun berkendara agar tidak mengganggu pengguna jalan lain dan meningkatkan risiko kecelakaan. (ryh/mik)