Server Sistem Informasi Penghitungan Suara (situng) KPU sebelumnya disebut oleh Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon tidak mengantongi ISO.
Namun Alfons mengungkap perlu atau tidaknya sertifikasi ISO tergantuing dari topologi jaringan server itu sendiri. Menurut Alfons, ISO terutama diperlukan untuk menjaga keamanan server jika ia terhubung ke internet (jaringan terbuka).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara ideal ISO merupakan suatu standarisasi prosedur. Tapi kalau sistemnya tidak terbuka dan tidak bisa diakses dari internet dan setiap data yang di input (masukkan) ada crosscheck (pengecekan ulang) lagi, ISO bisa saja diperlukan tapi tidak menjamin keamanan juga," kata Alfons saat dihubungi lewat pesan singkat, Selasa (7/5).
"Sebagai gambaran, mau ISO berapa pun yang di sudah di miliki oleh satu server, kalau dikoneksi ke internet itu tetap rentan diretas. Jadi keputusan offline untuk hasil perhitungan suara KPU itu menurut saya lebih cerdas daripada mencari-mencari ISO tapi membuat online," kata Alfons.
Justru Alfons mempertanyakan mengapa ISO sistem server KPU baru dipertanyakan sekarang di saat penghitungan suara tengah dilakukan. Justru Alfons menganggap permasalahan ISO merupakan salah satu penghambat pengumuman hasil pemilu.
Alfons mengatakan sistem server yang terhubung ke internet sangat rentan untuk diretas meskipun telah memperoleh ISO. Alfons mengakui ISO memang merupakan salah satu standarisasi pengamanan sistem server yang tersambung ke internet.
"ISO merupakan salah satu standar keamanan sistem. Tetapi server yang terkoneksi internet itu bahayanya jauh lebih besar daripada yang bisa di handle (ditangani) ISO," kata Alfons. (jnp/eks)