Berdasarkan data elektromagnetik yang diproduksi GW 170817, tambrakan bintang neutron sempat terdeteksi pada 2017 lalu. Dari kejadian itu mengajarkan bahwa tabrakan menghasilkan sejumlah unsur berat seperti emas, platinum, dan uranium.
"Artinya masing-masing dari kita akan menemukan unsur-unsur ini dalam bentuk yodium yang sangat penting bagi kehidupan," kata Bartos dikutip dari laman resmi Universitas Columbia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika disintesiskan oleh unsur-unsur berat yang terjadi cukup cepat, peluruhan radioaktif tidak memiliki kesempatan untuk mengambil lebih banyak neutron sebelum ditambahkan ke nuklues.
Lihat juga:1,3 Juta Tewas Jika Asteroid Hantam New York |
Galaksi Bima Sakti sendiri berdiameter 100 ribu tahun cahaya atau sekitar 100 kali jarak saat peristiwa tertabraknya dua bintang neutron. Para peneliti percaya bahwa penelitian ini dapat memberikan wawasan sejarah Bumi.
"Hal ini memberikan cahaya terang pada proses yang terlibat dalam asal-usul dan komposisi Tata Surya kita serta akan memulai jenis baru pencarian disiplin ilmu seperti kimia, biologi dan geologi guna memecahkan teka-teki kosmik," ujar Bartos. (din/evn)