Hughes mengkritik kekuatan Zuckerberg dalam memimpin perusahaan. Menurutnya, Zuck terlalu banyak mengekang dan ikut campur dalam urusan kedua anak perusahaannya itu.
"Kami adalah bangsa dengan tradisi mengekang dalam monopoli, tidak peduli seberapa baik niat para pemimpin perusahaan-perusahaan ini. Kekuatan Mark [dalam memimpin perusahaan] belum pernah terjadi sebelumnya," tulis Hughes dalam opininya untuk The New York Times seperti dilansir Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hughes mengatakan salah satu dari sejumlah skandal keamanan dan privasi yang menyerang Facebook menjadi kekecewaan terbesarnya. Ditambah rentetan kasus kebocoran data dan isu privasi yang terus menyerang Facebook.
Bahkan baru-baru ini layanan Instagram, WhatsApp, dan Facebook tumbang secara bersamaan di seluruh dunia. Hughes menilai rentetan kejadian yang melilit perusahaan membuat reputasi Zuck dan Facebook menurun.
"Mark adalah orang yang baik, tapi saya khawatir ia telah mengelilingi dirinya dengan tim yang memperkuat opininya alih-alih menentang. Tetapi saya marah karena fokusnya pada pertumbuhan [bisnis] membuatnya mengorbankan keamanan dan etika," pungkasnya.
Pada 2004 Hughes bersama Zuckerberg dan Dustin Moskovitz mendirikan Facebook saat masih duduk sebagai mahasiswa Harvard. Hughes hengkang dari perusahaan media sosial tersebut pada 2007 dan mulai menggeluti karir di sejumlah perusahaan keamanan hingga menjadi penasehat strategi daring untuk kampanye Obama.
[Gambas:Video CNN] (reuters/evn)