"Misal tagar #vaksin1234 mengandung proporsi informasi yang salah tentang vaksin, kita akan memblokir tagar itu seluruhnya," kata Kepala Kebijakan Publik Global Instagram, Karina Newton dikutip The Verge.
Lebih lanjut kata Newton, Instagram bekerja sama dengan World Health Organization (WHO) untuk memverifikasi informasi mengenai vaksin dan sejumlah lembaga kesehatan lainnya. Namun, jika Instagram mendeteksi informasi soal vaksin yang belum diverifikasi maka konten vaksin tersebut akan dibiarkan terlebih dahulu beredar di platform.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan jejaring sosial ini akan memblokir konten yang diunggah oleh sekelompok akun anti-vaksin yang bertujuan untuk menyebarkan informasi palsu, seperti yang dilansir Engadget.
Konten itu akan dikirim ke pada pihak yang memahami informasi soal vaksin dan jika mereka melihat konten vaksin yang diunggah tidak termasuk informasi palsu, maka Instagram akan mengembalikan konten tersebut. Direktur Operasi Komunitas Instagram Bettina Fairman mengatakan alat banding ini bakal tersedia dalam beberapa bulan mendatang.
Facebook telah terlebih dahulu menghapus konten propaganda anti-vaksin yang terus meningkat didalam platform milik mereka. Namun, sejumlah orang masih menemukan konten terkait anti-vaksin meskipun kebijakan tersebut sudah berjalan sejak dua bulan lalu, seperti dikutip TechCrunch. (din/eks)