Direktur Marketing Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra mengatakan jika stiker ini dibiarkan memicu kasus pemalsuan buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB).
"Takutnya informasi dalam barcode digunakan untuk pemalsuan BPKB," kata Amelia kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Senin (13/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amel juga bilang bahwa perusahaan belum membuat kebijakan yang mengharuskan stiker dicopot saat mobil sampai ke tangan konsumen.
Ia menambahkan lagi pula belum ada permintaan dari konsumennya terkait pencopotan stiker saat mobil tiba. Sebab diketahui ada beberapa konsumen yang mengeluh kesulitan melepas stiker tersebut meski mobil sudah dicuci berulang kali.
Lihat juga:Transaksi IIMS 2019 Diklaim Tembus Rp5 T |
Sementara itu Head of Brand Development and Marketing Research Suzuki Indomobil Sales (SIS) divisi roda empat Harold Donnel mengatakan bahwa stiker barcode tersebut tidak bisa disalahgunakan oleh seseorang.
Jika pun bisa, menurut Harold oknum tidak akan mendapat untung atas aksi mengambil data dari barcode.
"Setahu saya sih tidak bisa disalahgunakan. Lebih tepatnya tidak ada keuntungan untuk menyalahgunakan hal tersebut," tutup Harold.
[Gambas:Video CNN] (ryh/mik)