Dari angka tersebut, Sport Utility Vehicle (SUV) Fortuner buatan Indonesia terekam menjadi kontributor terbesar. Menurut Toyota, Fortuner racikan Karawang, Jawa Barat ini laris manis di kawasan GCC, Amerika Selatan, dan ASEAN dengan torehan 11.165 unit atau mewakili 24 persen ekspor.
Model CBU lain yang diekspor Toyota, Vios tercatat 5.500 unit, Avanza 5.780 unit, Town Ace/Lite Ace 3.715 unit, serta Kijang Innova, Sienta, dan Yaris yang totalnya mencapai 2.570 unit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Toyota menilai perusahaan berhasil mempertahankan penjualan ke luar negeri terus naik meski kondisi saat ini dikatakan kurang menguntungkan akibat peningkatan ketegangan dalam perdagangan global, serta kondisi pasar keuangan yang fluktuatif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di tahun 2019, Toyota menargetkan pertumbuhan ekspor di atas 5 persen meski situasi makro ekonomi dunia masih tidak menentu. Saat ini kami fokus untuk mencari pasar-pasar ekspor non tradisional baru untuk mencapai target tersebut," ujar Bob.
Selain kendaraan dalam bentuk utuh, ekspor mobil Toyota juga terdata dalam bentuk terurai (CKD/Completely Knock Down), mesin utuh, serta komponen kendaraan.
Bob menambahkan sejak pengapalan perdana pada 1987, Toyota Indonesia sudah berhasil mengekspor kendaraan dalam bentuk CBU sebanyak 1,5 juta unit dengan estimasi nilai ekspor lebih dari USD28,8 miliar. Sedangkan destinasi ekspornya sudah lebih ke 80 negara.
"Kami berharap konsistensi aktivitas ekspor brand Toyota dapat membantu tercapainya keseimbangan neraca perdagangan nasional di tengah kondisi ekonomi global yang kurang menguntungkan," kata Bob. (ryh/fea)