"Negara pengguna teknologi dengan satelit ini antara lain Luksemburg, Kanada, dan Amerika (Serikat). Ini yang gunakan teknologi Very High Throughput Satellite," kata Rudiantara, saat Rapat Kerja antara Kemkominfo dengan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jakarta, Senin (13/5).
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan proyek satelit Satria ini merupakan satelit multifungsi yang menyediakan jaringan internet di lokasi yang tidak terjangkau kabel optik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rudiantara mengatakan proyek Satria akan memakan biaya Rp20,68 triliun dengan masa konsesi 15 tahun. Biaya ini meliputi belanja modal, belanja operasional dan pengembalian investasi yang wajar.
Satelit ini akan mendukung jaringan komunikasi untuk 93.900 sekolah, 47.900 kantor pemerintahan daerah, 3.700 puskesmas, dan 3.900 markas polisi dan TNI yang sulit dijangkau kabel optik. Setidaknya ada 150 ribu titik yang tidak dapat akses internet lantaran tidak terjangkau oleh kabel serat optik. (jnp/eks)