Aplikasi Live Transcribed ini dirancang secara real-time dan baru hanya tersedia pada pengguna Android.
"Live Transcribed menggunakan teknologi pengenalan suara dan dapat melakukan transkrip bicara secara real-time dan langsung muncul di layar ponsel," kata Savla saat melakukan presentasi dengan awak media melalui video conference di kantor Google Indonesia, Jakarta, Selasa (14/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk saat ini, bahasa daerah yang dapat digunakan yaitu bahasa Jawa dan Sunda namun kami akan mengembangkan lebih banyak bahasa daerah lagi," jelasnya.
Selama aplikasi Live Transcribe dibuat, terdapat sejumlah kendala yang dihadapi oleh Savla dan tim. Pertama, soal media yang digunakan.
Menimbang faktor efisiensi dan untuk memudahkan pengguna, maka Google memutuskan untuk menyematkan aplikasi Live Transcribe di ponsel.
"Kedua, Transcription Confidence Level [tingkat kepercayaan transkripsi]. Maksud dari hambatan ini ialah bagaimana sistem kami harus membaca keakuratan kata yang diterima dari pengguna," tutur Savla.
Terakhir, Cocktail Party Problem. Aplikasi Live Transcribe akan mengalami sedikit kesulitan ketika pengguna tengah berada di tempat keramaian sehingga akan mempengaruhi keakuratan kata.
Savla sempat menyinggung latar belakang dibuatnya aplikasi ini ialah berangkat dari latar belakang keluarga yakni Nenek dan Ayahnya yang mengalami gangguan pada indera pendengaran.
Live Transcribe baru bisa dinikmati dalam versi beta. Namun, Savla tak menyebutkan tanggal pasti kapan aplikasi ini akan sepenuhnya dinikmati pengguna Android. (din/age)