Peneliti Jelaskan Perjalanan Waktu di 'Avengers: Endgame'

CNN Indonesia | Rabu, 15/05/2019 08:03 WIB
Peneliti Jelaskan Perjalanan Waktu di 'Avengers: Endgame' Penggalan adegan film 'Avengers: Endgame'. (Foto: Dok. Marvel Studios via imdb.com)
Jakarta, CNN Indonesia -- Film 'Avengers: Endgame' mengangkat teori bahwa perjalanan waktu yang mengubah masa lalu tidak akan mengubah realitas di masa mereka berasal atau masa sekarang.

Tindakan para Avengers yang mengubah masa lalu justru akan menghasilkan sebuah realitas baru. Teori ini dinamakan Many World Theory, atau Multiverse Theory.

Ahli Fisika dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Husin Alatas mengatakan Many World Theory menyebutkan bahwa setiap hasil dari sebuah pilihan terjadi di alam semesta paralel. Ibaratnya hasil pengukuran lain mungkin muncul di alam semesta paralel lainnya.


Paling mudah contoh kasus teori ini adalah ketika memilih pekerjaan. Misalnya Anda memiliki dua pilihan saat hendak mengampu pendidikan di universitas, yakni Fakultas Hukum dan Fakultas Kedokteran

"Ibaratnya kita sedang main bilyar. Kemudian saya tembak bola ke titik A. Akan tetapi kemungkinan bola menuju titik B juga muncul di alam semesta lain," Husin saat acara diskusi The Science Behind The Avengers Endgame di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Selasa (14/5).

Dalam kesempatan yang sama, Ahli Fisika dari Institut Teknologi Bandung Yudi Darma mengatakan Avengers bukan memutar kembali waktu, tapi mereka berpindah dimensi di quantum real.

[Gambas:Video CNN]

"Anda tidak bisa kembali waktu di dimensi saat ini. Apabila dilakukan maka akhirnya Anda sendiri hanya akan lebih tua.   Endgame mengikuti gagasan realitas alternatif, di mana setiap perubahan pada masa lalu akan menyebabkan alam semesta yang sama sekali baru diciptakan," kata Yudi.

"Ini yang disebut splitting or branching off of multiple timelines. Dalam fisika, gagasan ini disebut Many Worlds Theory," lanjutnya.

Teori ini berlawanan dengan Copenhagen Interpretation yang mengatakan setiap pilihan bersifat probabilitas atau kemungkinan dan hanya ada satu alam semesta .

Teori ini berhubungan dengan film ini. Pasalnya lima tahun setelah 'kemenangan Thanos', Avengers kembali ke masa lalu untuk mengambil infinity stones. Saat itu, kelima batu infinity belum hancur dan belum dikuasai oleh Thanos.

Saat kembali ke masa sekarang ada alur baru yang tercipta setelah Avengers melakukan 'perjalanan waktu' hingga berujung pada musnahnya Thanos menjadi butiran debu.

Yudi menerangkan selain berlawanan dengan Copenhagen Interpretation, Many World Theory juga membantah paham Grandfather Paradox. Paham ini adalah ketika Anda kembali ke masa lalu dan Anda membunuh Kakek  Anda ketika belum menikah maka Kakek Anda di masa sekarang juga musnah.

Akibatnya ada efek domino, Anda akan musnah karena Anda tidak akan pernah ada karena tidak pernah lahir akibat Kakek Anda belum sempat menikah.

"Jika Anda kembali ke masa lalu dan membunuh kakek Anda ketika dia masih muda, maka Anda tidak akan pernah bisa dilahirkan, tetapi jika Anda tidak dilahirkan, lalu bagaimana Anda kembali dan membunuhnya," tandasnya. (jnp/evn)