Investasi Hyundai Diharapkan Mulai Tahun Ini, BYD Masih Sumir

ray, CNN Indonesia | Rabu, 15/05/2019 15:13 WIB
Investasi Hyundai Diharapkan Mulai Tahun Ini, BYD Masih Sumir Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Tachta Citra Elfira)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi membocorkan informasi investasi Hyundai, mobil China BYD dan salah satu merek otomotif asal Rusia.

Menurut Nangoi perusahaan-perusahaan tersebut bakal membenamkan investasi dengan mendirikan pabrik produksi dan perakitan di Indonesia. Dijelaskan Nangi perusahaan yang sudah bisa dipastikan menanamkan investasinya yaitu Hyundai. Sementara produsen Rusia dan BYD masih berunding.

"Investasi baru kami pasti mengharapkan dari Korea Selatan (Hyundai) yang sudah final stage, mudah-mudahan tahun ini atau akhir tahun bisa terlaksana," kata Nangoi saat ditemui di Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (15/5).


Nangoi menambahkan banyak perusahaan otomotif mengincar Indonesia sebagai basis produksi, namun Indonesia tetap menyeleksi peserta demi tercapainya industri otomotif di Tanah Air yang bisa bersaing untuk ke depannya dalam hal pasar domestik dan ekspor.

"Kalau yang dari Rusia kelihatannya komersial, yang China itu belum rasanya untuk tahun ini (direalisasikan). Rasanya enggak langsung tahun ini, sebagian-sebagian," ucap Nangoi.

Ia berpendapat setiap produsen punya pertimbangan tersendiri mengapa tidak terburu-buru melangkah ke Indonesia. Salah satu faktor pertimbangan adalah menunggu harmonisasi pajak kendaraan ramah lingkungan terbit.

Merek mobil Yang masih 'terjebak' dengan regulasi itu yakni BYD, yang sampai saat ini menunda peluncuran kendaraan listriknya di Indonesia.

"Tapi menunggu kebijakan yang lebih stabil termasuk harmonisasi pajak," kata Nangoi.

BYD sebelumnya dinyatakan Airlangga siap mengucurkan dana investasi di dalam negeri untuk bermain di segmen kendaraan listrik.

Menurut Airlangga BYD bakal melakukan pilot project di bidang kendaraan komersial seperti bus. BYD juga akan menjadi produsen mobil China ketiga yang masuk Indonesia setelah DFSK dan Wuling.

"Di Indonesia memang saya dengar mereka merencanakan ataupun ingin masuk ke Indonesia, tapi secara kongkret kami belum dapatkan data-data," ucap Nangoi.

(ryh/mik)