Instuktur Safety Riding Astra Honda Motor (AHM) Johanes Lucky mengatakan pengendara motor yang sedang berpuasa pertama harus memperhatikan pola berkendara, terutama untuk menentukan waktu istirahat.
Lihat juga:3 Hal Bikin Tak Fokus 'Nyetir' saat Puasa |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain itu para bikers juga disarankan perbanyak minum air putih saat sahur agar dapat mencegah terjadinya dehidrasi tubuh saat berkendara di terik panas matahari," ujar Johanes Lucky.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenali rute perjalanan
Agar perjalanan lebih efisien, para bikers dapat menggunakan aplikasi Peta Digital (GPS) untuk melihat situasi perjalanan dan memilih jalur alternatif yang tepat dan aman.
"Untuk daerah yang belum pernah didatangi, sebaiknya para pengendara pelajari situasi jalanan agar tidak membuang waktu karena tersesat di jalan dan terlalu lama berkendara."
Saat berkendara di bulan puasa, bikers juga harus tetap waspada dengan rasa ngantuk. Untuk para bikers yang melakukan perjalanan jarak pendek, sempatkan beristirahat selama 10 menit.
Lakukan istirahat setelah 1 sampai 2 jam berkendara, namun apa bila ngantuk menyerang atau konsentrasi sudah menurun segera beristirahat.
Berfikir positif
Menjaga perilaku berkendara saat di jalan raya mungkin mudah dalam kondisi lalu lintas normal. Tapi dalam kondisi lalu lintas yang padat atau macet saat puasa bisa mempengaruhi emosi pengendara motor, apalagi menjelang buka puasa. Salah satu cara mencegah emosi adalah dengan selalu berfikir positif terhadap pengendara lainnya.
Lihat juga:Berkendara Motor Hemat Energi Saat Puasa |
Melihat perilaku bikers yang kurang tepat dalam berkendara juga dapat memancing emosi, seperti menyerobot jalanan, berkendara melawan arus maupun menggunakan trotoar.
Pada kondisi seperti ini, bikers harus mengedepankan toleransi dan rasa sabar agar kepentingan sesama pengguna jalan dapat terpenuhi serta tetap mampu mengendalikan emosi saat berpuasa. (ryh/mik)